Bakti Masyarakat, Ketua Kwarcab Samosir Kerahkan Ratusan Anggota Pramuka Bersihkan Danau Toba
Samosir, (Kominfo, 02/10/2026)
Semangat menjaga kebersihan Danau Toba kembali ditunjukkan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Samosir. Sebanyak 100 anggota Pramuka Penegak dan Penggalang dari sejumlah sekolah yang tergabung dalam Kwarcab Samosir bersama para pembina dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir bergerak membersihkan kawasan Water Front City (WFC) Pangururan, Jumat (02/10/2026).
Kegiatan Bakti Masyarakat Bersih Danau Toba tersebut diberangkatkan langsung oleh Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Samosir, Marudut Tua Sitinjak, di kawasan WFC Pangururan. Turut hadir Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir Edison Pasaribu, Sekretaris Dinas Kominfo Agustianto Sitinjak, para pembina Pramuka.
Sejak pagi, para anggota Pramuka dibagi dalam enam kelompok dan dikoordinir oleh 20 orang pembina. Mereka menyusuri kawasan tepian WFC untuk membersihkan eceng gondok dan material pengganggu kebersihan lainnya yang berada di sepanjang kawasan Danau Toba.
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aksi bersih-bersih. Di baliknya, tersimpan pesan bahwa menjaga Danau Toba merupakan tanggung jawab bersama, terlebih bagi Samosir yang menggantungkan sebagian besar potensi pariwisatanya pada keindahan dan kelestarian Danau Toba.
Ketua Kwarcab Samosir, Marudut Tua Sitinjak, mengatakan Pramuka harus hadir dan mengambil bagian dalam berbagai kegiatan positif yang mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari pendidikan karakter dan pengabdian Pramuka kepada masyarakat.
“Pramuka tidak hanya belajar tentang kedisiplinan dan keterampilan, tetapi juga bagaimana hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Menjaga lingkungan adalah bagian dari tugas dan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, saya mengajak seluruh anggota Pramuka untuk terus menjadi bagian dari gerakan menjaga Danau Toba,” ujar Marudut.
Ia menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata Gerakan Pramuka terhadap program Pemerintah Kabupaten Samosir dalam menciptakan lingkungan yang bersih, asri dan nyaman, khususnya di kawasan yang menjadi wajah pariwisata daerah.
“Kita ingin Pramuka Kwarcab Samosir dikenal bukan hanya karena kegiatan kepanduannya, tetapi juga karena perannya dalam pembangunan Samosir. Kita akan terus menggerakkan Pramuka untuk aktif di bidang lingkungan, pariwisata, budaya maupun pertanian,” katanya.
Marudut yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Samosir menyampaikan bahwa kegiatan bakti lingkungan ini akan dilakukan secara berkelanjutan. Setelah aksi pembersihan Danau Toba, Kwarcab Samosir juga merencanakan kegiatan penanaman pohon sebagai bagian dari upaya memperkuat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“Ini tidak berhenti sampai di sini. Ke depan kita akan lanjutkan dengan kegiatan penanaman pohon dan kegiatan-kegiatan lainnya. Kita ingin membangun kebiasaan bahwa Pramuka selalu hadir ketika masyarakat dan daerah membutuhkan,” tambahnya.
Lebih jauh, Marudut berharap keberadaan Gerakan Pramuka dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam mendukung kemajuan Samosir. Menurutnya, potensi Pramuka tidak hanya berada pada kegiatan sosial dan pendidikan karakter, tetapi juga dapat menjadi kekuatan dalam memperkenalkan identitas daerah.
“Saya ingin Samosir dikenal lewat peran Pramuka. Anak-anak kita harus bangga dengan daerahnya, dengan budayanya, dengan alamnya. Karena itu, Pramuka harus kita arahkan untuk ikut mempromosikan budaya, pariwisata dan potensi pertanian Samosir,” ungkapnya.
Ia mencontohkan keterlibatan Kwarcab Samosir dalam kegiatan Jambore Nasional. Dalam berbagai kesempatan tersebut, kontingen Pramuka Samosir turut menampilkan ragam budaya lokal. Hal ini dinilai menjadi media promosi yang positif untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan pariwisata Samosir kepada masyarakat dari berbagai daerah.
“Ketika anak-anak kita membawa dan menampilkan budaya Samosir di tingkat nasional, mereka sebenarnya sedang menjadi duta daerah. Mereka memperkenalkan identitas Samosir kepada orang lain. Ini harus terus kita kembangkan,” jelasnya.
Menurutnya, gerakan Pramuka memiliki jaringan yang luas dan anggota yang tersebar hingga ke sekolah-sekolah. Potensi tersebut dapat menjadi kekuatan untuk membangun kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sekaligus memperkenalkan Samosir sebagai daerah yang kaya akan budaya dan destinasi wisata.
Melalui kegiatan Bersih Danau Toba tersebut, Kwarcab Samosir berharap tumbuh kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan kawasan Danau Toba. Bukan hanya ketika ada kegiatan, tetapi menjadi budaya yang dilakukan secara terus-menerus. “Kalau kita ingin pariwisata Samosir semakin baik, maka alamnya harus kita jaga. Danau Toba harus bersih, lingkungannya harus asri, dan masyarakatnya harus memiliki kesadaran untuk merawatnya. Pramuka siap menjadi bagian dari gerakan itu,” pungkas Marudut.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir, Edison Pasaribu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gerakan Pramuka Kwarcab Samosir yang turut menjaga kebersihan. Ia berharap peran Pramuka terus berlanjut dalam kegiatan penghijauan. Dinas Lingkungan Hidup, kata Edison, siap menyiapkan bibit pohon untuk mendukung gerakan penanaman dan pemeliharaan bersama anggota Pramuka.
“Kami berharap Pramuka terus mengambil peran dalam menjaga kebersihan dan penghijauan. Dengan kolaborasi ini, kepedulian terhadap lingkungan dapat menjadi budaya dan menjangkau generasi muda serta masyarakat,” ujar Edison.
Gerakan sederhana yang dilakukan para anggota Pramuka di tepian Danau Toba tersebut menjadi gambaran bahwa menjaga Samosir tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Dari tangan anak-anak muda yang memungut eceng gondok, membersihkan tepian danau, hingga menanam pohon, tumbuh sebuah pesan penting, masa depan pariwisata dan lingkungan Samosir juga berada di tangan generasi muda.
Bagikan Artikel :