skip to Main Content

Pemkab. Samosir Bersama PWI Bangun Sinergi Pembangunan Daerah, Dukung Peningkatan Kompetensi guna Penguatan Profesionalisme Pers

 

Samosir, (Kominfo, 15/08/2026)

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Samosir periode 2026-2029 meneguhkan komitmen untuk memperkuat profesionalisme pers sekaligus membangun sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Samosir dalam mengawal pembangunan daerah.

Komitmen tersebut mengemuka dalam acara syukuran pelantikan PWI Kabupaten Samosir yang digelar di Hotel JTS Parbaba, Jumat (14/8/2026). Kegiatan mengangkat tema “Menguatkan Profesional dan Integritas Pers untuk Membangun Negeri” dan dihadiri berbagai organisasi wartawan serta organisasi kemasyarakatan di Samosir.

Hadir dalam acara Bupati Samosir diwakili Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, mewakili Kapolres Samosir R. Simarmata, IWO, Warkop Jurnalis, SMSI, F.SPTSI-K.SPSI dan GRIB Jaya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Samosir, Immanuel Sitanggang, yang mewakili Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan PWI Samosir.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir, kami mengucapkan selamat kepada Ketua PWI Kabupaten Samosir terpilih beserta seluruh jajaran yang baru dilantik,” ujar Immanuel.

Menurut Immanuel, menjadi pengurus organisasi pers merupakan amanah yang tidak ringan. Pengurus memiliki tanggung jawab untuk mengkoordinasikan anggota, membangun kebersamaan serta menjaga soliditas organisasi.

Ia berharap kepengurusan baru PWI Samosir dapat menghadirkan semangat baru dalam meningkatkan profesionalisme wartawan sekaligus memperkuat kontribusi pers terhadap pembangunan daerah.

“Di Samosir ini banyak wartawan dan banyak pula informasi yang perlu disampaikan kepada masyarakat. Karena itu, kami berharap insan pers dapat terus mengambil peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi yang edukatif, berimbang dan konstruktif, sekaligus ikut mengawal pembangunan daerah,” katanya.

Immanuel juga menyambut baik usulan terkait peningkatan kapasitas dan kompetensi wartawan yang bertugas di Kabupaten Samosir. Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Samosir akan berupaya memfasilitasi kegiatan peningkatan sumber daya manusia wartawan. “Kami menyambut baik usulan peningkatan kompetensi wartawan. Ini penting agar kualitas jurnalistik semakin baik dan profesional. Kami akan mengupayakan agar kegiatan tersebut dapat dilaksanakan tahun ini,” ujarnya.

Immanuel berharap PWI Samosir semakin besar, solid dan profesional. Menurutnya, keberadaan pers dibutuhkan pemerintah sebagai mitra strategis untuk menyampaikan capaian pembangunan sekaligus menjadi ruang komunikasi bagi masyarakat.

Ketua PWI Kabupaten Samosir, Tumpal Sijabat, mengatakan syukuran pelantikan bukan sekadar kegiatan seremonial. Menurut dia, momentum tersebut merupakan awal perjalanan PWI Samosir sebagai organisasi yang berdiri dan menjalankan kegiatan secara mandiri.

Tumpal menjelaskan, sebelumnya wartawan Samosir tergabung dalam PWI Bona Pasogit yang menaungi empat kabupaten, yakni Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Toba dan Samosir. Setelah melalui proses administrasi, pemenuhan persyaratan organisasi dan verifikasi, PWI Samosir resmi terbentuk secara mandiri pada 27 Juni 2026.
“Pembentukan ini bukan sesuatu yang tiba-tiba. Ada proses administrasi, persyaratan organisasi, verifikasi dan perjuangan yang kami lalui,” kata Tumpal.

Ia mengatakan, salah satu persyaratan pembentukan organisasi adalah adanya anggota yang telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) tingkat Madya.
Menurut Tumpal, kompetensi menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas profesi wartawan di tengah perubahan ekosistem informasi.
“Menjadi wartawan bukan hanya bermodalkan pena, kamera atau handphone. Ada kompetensi yang harus dimiliki,” ujarnya.

Tumpal menegaskan, keberadaan PWI Samosir bukan untuk sekadar menjalankan aktivitas organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
“Kami ingin wartawan menjadi bagian dari ekosistem pembangunan melalui fungsi jurnalistik yang profesional,” katanya.

PWI Samosir, lanjut dia, siap menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Samosir dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Berbagai sektor, seperti pariwisata, pertanian, UMKM, kebudayaan, pendidikan dan kesehatan, menurutnya, perlu mendapat ruang pemberitaan yang proporsional.Namun, kemitraan tersebut tidak berarti menghilangkan fungsi kontrol sosial pers.
“Kalau ada yang perlu dikritisi, kami juga akan menyampaikannya. Tentunya kritik yang kami sampaikan adalah kritik konstruktif yang berimbang berdasarkan data dan fakta, bukan kritik yang lahir dari kebencian ataupun kepentingan pribadi,” ujarnya.

Ia menilai pemerintah yang kuat bukanlah pemerintah yang tidak membutuhkan kritik. Pers, kata dia, dapat menjadi cermin bagi pemerintah melalui pemberitaan yang objektif. Tumpal juga menyoroti tantangan dunia jurnalistik yang semakin kompleks. Perkembangan media sosial, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), kecepatan arus informasi serta maraknya berita palsu menuntut wartawan untuk terus meningkatkan kapasitas dan kompetensi.
“Untuk menghasilkan berita yang benar dibutuhkan wartawan yang kompeten, berintegritas dan terus belajar,” katanya.
Karena itu, PWI Samosir berharap dukungan pemerintah terhadap peningkatan kapasitas wartawan dapat diwujudkan melalui pelatihan, seminar, workshop dan pengembangan sumber daya manusia sesuai ketentuan yang berlaku.
“PWI hadir bukan untuk mengganggu pembangunan. Kami mendukung dan siap membantu pemerintah. Kabupaten Samosir semakin berkembang, maka wartawannya juga harus ikut maju,” ungkap Tumpal

Tumpal berharap PWI dapat menjadi ruang bagi wartawan untuk meningkatkan profesionalisme, membangun persaudaraan dan terus belajar demi kepentingan publik.

Dukungan terhadap penguatan hubungan pemerintah dan pers juga disampaikan sejumlah organisasi yang hadir.

Ketua SMSI Samosir, Tetty Naibaho, Perwakilan IWO dan Warkop jurnalis, menilai perbedaan antar organisasi dapat menjadi kekuatan dalam memperjuangkan kemerdekaan pers sekaligus mengawal pembangunan. “Hubungan pemerintah dan insan pers dibangun melalui komunikasi yang sehat. Kita memiliki fungsi kontrol sosial. Ketika kebijakan baik, kita apresiasi. Kritik adalah bagian dari demokrasi,” ujarnya.

Ketua Kepemudaan GRIB Jaya Samosir, Harisma Simbolon, berharap wartawan tetap menjalankan fungsi sosial kontrol dengan menyampaikan kritik dan saran yang membangun. “Peran wartawan sangat penting dan saya mendukung tugas-tugas media yang bertugas di Samosir. Semoga PWI semakin jaya,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris F.SPTSI-K.SPSI, Tumbur Habeahan, mengajak seluruh organisasi di Samosir membangun sinergi dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah. “Perlu terbangun sinergitas seluruh organisasi untuk pembangunan di Kabupaten Samosir. Kami siap mendukung,” ujarnya.

Syukuran pelantikan PWI Samosir tersebut menjadi momentum mempertemukan pemerintah, insan pers dan berbagai organisasi dalam satu semangat yaitu membangun komunikasi yang sehat, menjaga profesionalisme jurnalistik dan memastikan pembangunan daerah dapat diketahui serta dikawal masyarakat melalui pemberitaan yang berimbang dan bertanggung jawab.

Bagikan Artikel :
Back To Top
Search