Rakor Satgas Karhutla 2026, Pemkab Samosir Perkuat Kesiapsiagaan Jelang Trail of The Kings
Samosir-Kominfo (10/06/26)
Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Aula Kantor Bupati Samosir, Selasa (9/6/2026). Rakor yang dibuka Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk tersebut menjadi langkah strategis memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla, sekaligus mendukung kelancaran pelaksanaan ajang internasional Trail of The Kings (ToTK) yang akan berlangsung pada 12–14 Juni 2026 di Kabupaten Samosir.
Rapat koordinasi dihadiri unsur Forkopimda, antara lain Ketua DPRD Kabupaten Samosir yang diwakili Parluhutan Samosir, Kapolres Samosir atau yang mewakili, Dandim 0210/TU yang diwakili Pabung, Kajari Samosir atau yang mewakili, pimpinan OPD terkait, para camat, kapolsek, dan danramil, serta para kepala desa dari Kecamatan Sianjur Mulamula, Harian, dan Sitiotio. Kegiatan ini juga melibatkan Kelompok Tani Hutan (KTH) dan Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai mitra penting dalam upaya pencegahan Karhutla di tingkat masyarakat.
Dalam laporannya, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Samosir, Sarimpol Simanihuruk, menyampaikan bahwa pelaksanaan Rakor Karhutla bertujuan menyatukan persepsi seluruh pemangku kepentingan dalam pencegahan, penanggulangan, dan penanganan kebakaran hutan dan lahan, menyusun langkah-langkah strategis kesiapsiagaan, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi potensi Karhutla di Kabupaten Samosir. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 110 peserta yang terdiri dari unsur Forkopimda, instansi vertikal, OPD terkait, aparat kewilayahan, pemerintah desa, serta kelompok masyarakat peduli lingkungan.
Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk dalam sambutannya menegaskan bahwa Rakor Satgas Karhutla merupakan momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam meminimalisir risiko kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Samosir. Menurutnya, berbagai evaluasi, masukan, dan langkah strategis perlu dirumuskan bersama guna meningkatkan efektivitas upaya pencegahan maupun penanganan Karhutla.
“Rapat koordinasi ini bertujuan menyatukan persepsi dalam pencegahan dan penanganan Karhutla, menyusun langkah-langkah strategis kesiapsiagaan, serta membangun sinergitas dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Samosir,” ujar Ariston.
Ariston menambahkan, peran strategis seluruh unsur terkait, mulai dari BPBD, Manggala Agni, KPH Wilayah XIII Dolok Sanggul, TNI, Polri, Satpol PP, relawan hingga masyarakat sangat menentukan keberhasilan pengendalian Karhutla. Karena itu, upaya pencegahan dan deteksi dini harus menjadi prioritas utama melalui patroli terpadu, pengawasan wilayah rawan, serta peningkatan kesadaran masyarakat.
Lebih lanjut, Wakil Bupati menekankan bahwa kesiapsiagaan menghadapi Karhutla menjadi semakin penting mengingat Kabupaten Samosir dalam waktu dekat akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Trail of The Kings (ToTK) 2026, yang akan berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Juni 2026. Event berskala internasional tersebut akan menghadirkan ribuan peserta, pendamping, dan wisatawan ke berbagai kawasan perbukitan, hutan, dan destinasi wisata di Kabupaten Samosir.
Oleh karena itu, seluruh unsur Satgas Karhutla diminta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan personel di lapangan guna memastikan keamanan kawasan, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendukung kelancaran penyelenggaraan ToTK sebagai salah satu agenda unggulan pariwisata Kabupaten Samosir.
Mewakili Ketua DPRD Kabupaten Samosir, Parluhutan Samosir menegaskan bahwa upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan harus dimulai dari penguatan edukasi dan sosialisasi yang dilakukan secara berlapis, masif, dan berkelanjutan. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat perlu dilibatkan sesuai peran masing-masing, mulai dari guru yang memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan, penyuluh pertanian yang aktif mendampingi petani, hingga tenaga kesehatan yang turut mengedukasi masyarakat mengenai dampak kebakaran hutan dan lahan terhadap kesehatan. Ia menekankan bahwa edukasi dan sosialisasi harus menjadi prioritas utama sebelum tindakan penegakan atau penanganan dilakukan.
Parluhutan juga mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui langkah sederhana, yakni memantau, melakukan tindakan pencegahan, dan peduli terhadap potensi kebakaran di sekitar masing-masing. Ia mendorong agar Kelompok Tani Hutan (KTH) dilibatkan secara aktif dalam Masyarakat Peduli Api (MPA) sebagai garda terdepan penjaga kawasan hutan. Menurutnya, kebakaran hutan dan lahan tidak akan terjadi apabila seluruh unsur, mulai dari aparat desa, kelompok masyarakat, hingga pemangku kepentingan lainnya, terlibat dan bertanggung jawab dalam menjaga lingkungan. “Jangan melawan alam, tetapi bersahabatlah dengan alam. Ketika kita menjaga alam, maka alam juga akan menjaga kita,” tegasnya.
Dalam Rakor tersebut, peserta juga menerima paparan dari UPT KPH Wilayah XIII Dolok Sanggul, Manggala Agni, Kodim 0210/TU, Polres Samosir, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran, serta BMKG terkait kondisi cuaca, potensi kerawanan, serta langkah-langkah penanganan Karhutla sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Melalui Rakor Satgas Karhutla Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Samosir berharap terbangun komitmen dan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, dan masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, sehingga keamanan lingkungan tetap terjaga serta pelaksanaan Trail of The Kings 2026 dapat berlangsung dengan aman, lancar, dan sukses.
Bagikan Artikel :