skip to Main Content

Pemkab Samosir Dukung Mubes dan Pesta Bolon PSBBI, Digelar Juli 2026

 

Kominfo Samosir (25/02)

 

Pemerintah Kabupaten Samosir menyambut baik dan mendukung pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) dan Pesta Bolon Sagalaraja yang pelaksanaannya akan dipusatkan di Kabupaten Samosir. Dukungan ini disampaikan Asisten II Hotraja Sitanggang saat menerima audiensi pengurus Punguan Sagalaraja Boru Bere Ibebere (PSBBI) di Lobi Lantai II Kantor Bupati Samosir, Selasa (25/02).

 

Hadir dalam audiensi tersebut Ketua Umum DPP PSBBI Drs. R. M. Sagala, Ketua Panitia Mubes dan Pesta Bolon Tumpak Sagala, Wakil Ketua Panitia Hotman Sagala, Ketua PSBBI Samosir P. Sagala, serta Panitia Lokal Lundak Sagala. Turut hadir dari jajaran Pemkab Samosir antara lain Kepala Dinas Kominfo Immanuel Sitanggang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tetty Naibaho, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora), serta beberapa perwakilan OPD lainnya.

 

Asisten II Hotraja Sitanggang mengatakan bahwa kehadiran Punguan Sagalaraja dengan berbagai program kegiatan di Kabupaten Samosir merupakan hal yang sangat baik dan menjadi bentuk kepedulian terhadap pembangunan Bona Pasogit (kampung halaman). Kegiatan tersebut dinilai membawa dampak positif bagi pelestarian budaya serta peningkatan kunjungan wisatawan.

“Kami menyambut baik kehadiran punguan marga Sagalaraja untuk membangun Samosir. Kegiatan ini akan mendongkrak pariwisata dan melestarikan budaya,” ungkap Hotraja.

 

Promosi melalui kegiatan adat, menurutnya, merupakan upaya pelestarian budaya leluhur yang akan membawa Kabupaten Samosir ke arah yang lebih maju dan dikenal sebagai titik peradaban suku Batak. Ia menekankan bahwa seluruh pemerhati dan pemangku kepentingan harus berpartisipasi dalam mewujudkan pembangunan Samosir.

“Kami siap mendukung dan akan berpartisipasi sesuai kemampuan. Kami mengapresiasi inovasi marga Sagala untuk membangun Samosir melalui berbagai program kegiatan,” tambahnya.

 

Hotraja berharap punguan marga Sagalaraja sebagai salah satu marga tertua dapat menjadi contoh bagi marga-marga lain, baik dalam upaya mengubah pola pikir masyarakat, pelestarian lingkungan, pelestarian budaya, maupun kegiatan olahraga yang akan dilaksanakan.

“Semoga marga Sagala dapat menjadi pilot project dan dicontoh oleh marga lain dalam hal kebersihan dan pelestarian lingkungan,” ujarnya.

 

Dengan pelaksanaan kegiatan ini, Hotraja memandang akan terjadi peningkatan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, Pemkab Samosir akan berupaya mengintegrasikan kegiatan sesuai dengan tugas dan fungsi organisasi perangkat daerah.

“Seluruh program kegiatan akan kami integrasikan dan disesuaikan dengan program OPD, serta kami akan berpartisipasi dan mendukung panitia agar kegiatan berlangsung semarak,” tegas Hotraja mengakhiri.

 

Diketahui, pelaksanaan Mubes dan Pesta Bolon/Pesta Budaya PSBBI akan digelar pada 2–4 Juli 2026 di Desa Ginolat-Sagala, Kecamatan Sianjur Mula-mula, dan telah masuk dalam daftar pesta budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir.

 

Ketua Umum DPP PSBBI R. M. Sagala mengatakan bahwa Pesta Bolon dilaksanakan sebagai bagian dari dukungan terhadap Mubes serta sebagai upaya pelestarian budaya dan mendorong kemajuan Samosir ke depan.

“Punguan Marga Sagalaraja sebagai salah satu marga tertua akan memainkan peran penting sehingga Samosir semakin dikenal dunia luar. Pengurus pusat menyelenggarakan kegiatan ini di Bona Pasogit, asal muasal Batak, sebagai bentuk dukungan kemajuan Samosir” katanya.

 

Ia menjelaskan bahwa marga Sagalaraja tidak hanya berada di Indonesia, tetapi telah tersebar di seluruh dunia dan memiliki kerinduan untuk hadir di Samosir.

“Diskusi ini menjadi momen penting bagi kesuksesan acara. Dukungan pemerintah daerah sangat kami perlukan,” tambahnya.

 

Sebagai upaya mendukung pariwisata dan mengubah pola pikir masyarakat, R. M. Sagala menyampaikan rencana penanaman 1.000 batang durian sehingga perkampungan Sagala dapat menjadi kampung durian. Setiap rumah tangga akan menanam pohon durian sebagai daya tarik wisata.

“Ini adalah misi kami untuk mengembangkan kampung Sagala dan menunjang kemajuan Samosir,” tuturnya.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Mubes dan Pesta Bolon Sagalaraja Tumpak Sagala menjelaskan bahwa pelestarian lingkungan menjadi salah satu agenda utama kegiatan tersebut. Melalui penanaman pohon durian, diharapkan dapat mengubah pola pikir masyarakat bahwa pertanian durian juga dapat memberikan kesejahteraan.

 

Kegiatan lainnya yang akan dilaksanakan meliputi pesta budaya dengan perlombaan tor-tor, atraksi mossak Batak, martumba, tari sawan, manghunti tandok, mamborothon horbo, dan margondang. Selain itu, akan digelar kegiatan olahraga lari maraton mengelilingi Pusuk Buhit serta pesta kembang api dan hiburan rakyat yang menghadirkan artis nasional.

 

Rangkaian acara juga mencakup kegiatan kebersihan di Huta Sagala, kebersihan mata air, serta pengukuhan pengurus BPH terpilih periode 2026–2030.

“Kegiatan ini merupakan wujud kerinduan terhadap kampung halaman dan keinginan untuk berbuat bagi Samosir. Saatnya kita berpikir apa yang dapat kita lakukan untuk Samosir, bukan hanya apa yang kita terima dari Samosir,” katanya.

 

Sebagai salah satu marga tertua, Tumpak menegaskan komitmen Sagalaraja untuk berperan dalam kemajuan Samosir serta menjadi penyalur program pemerintah.

“Sagalaraja hadir untuk mendukung program pemerintah dalam pengembangan budaya dan cagar budaya bangsa, termasuk promosi,” ujarnya.

 

Ia juga menyampaikan keyakinannya bahwa Pemkab Samosir dan seluruh jajaran akan memberikan dukungan penuh.

“Kami rindu berbuat yang terbaik agar Kampung Sagala memiliki daya tarik tersendiri. Ke depan, Sagalaraja akan membuat kegiatan yang lebih besar di Samosir, khususnya di Kampung Sagala,” tambahnya.

 

Ketua Panitia Daerah Mubes dan Pesta Bolon PSBBI, Lundak Sagala, menyampaikan kebanggaannya atas perkembangan Kabupaten Samosir serta mengucapkan selamat atas Hari Jadi Kabupaten Samosir ke-22.

“Saya bangga melihat perkembangan Samosir. Di usia 22 tahun, Samosir telah menjadi daerah tujuan wisata. Terima kasih kepada Pemkab Samosir. Semoga program dan kolaborasi luar biasa ini berjalan dengan baik,” ujar Lundak Sagala yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Samosir.

 

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Samosir, Immanuel Sitanggang, turut menyatakan dukungan dalam penyebarluasan informasi kegiatan.

“Kami siap mendukung. Terkait publikasi, jika materi sudah tersedia akan kami sebarluaskan,” ungkapnya.

Bagikan Artikel :
Back To Top
Search