skip to Main Content

Pemkab Samosir Bersama USAID ERAT Gali Potensi Keterlibatan Sektor Swasta Dalam Pengelolaan Sampah

Kominfo Samosir (14/12).

Pemerintah Kabupaten Samosir didukung oleh USAID ERAT, melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dalam menggali potensi keterlibatan sektor swasta dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Samosir. Kegiatan yang berlangsung di Saulina Resort, Aek Rangat, Pangururan, pada Rabu (13/12), dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hotraja Sitanggang, ST, MM.

Selain menghadirkan OPD Teknis, yakni Dinas Lingkungan Hidup, Bappeda Litbang, PUTR dan Dinas Budpar, kegiatan ini diikuti oleh pengelola Desa Wisata Hariara Pohan, Pokdarwis Dosroha Desa Siallagan Pindaraya, Pokdarwis Dalihan Natolu Hutatinggi, beserta sejumlah Social Entrepreneur, yakni Denny Adrian (Hub Manager Gerakan Nasional 1000 Startup Digital), Laurence Ricardo Pandapotan Simanjorang (Deputy of Sustainable ComDev Roda Hijau), Abdul dan Ryan (Kepul), juga hadir secara daring Cristella Suwongso (Founder & CEO Roda Hijau), Novi Susanto (Private Sector Engagement Specialist, USAID ERAT Jakarta).

Novi Susanto, USAID ERAT Jakarta, dalam sambutannya menyampaikan untuk isu pengelolaan sampah adalah hal yang sangat penting dan urgen sekali karena Danau Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) dari 5 DPSP di Indonesia, maka sangat penting memberikan layanan terbaik bagi wisatawan yang hadir di Samosir.

Novi menjelaskan, sebelumnya sudah dilakukan diskusi pendahuluan secara online untuk melihat pengelolaan sampah di Samosir sudah seperti apa. Dan menurutnya, Pemkab Samosir sangat konsen untuk pengelolaan sampah dengan menyiapkan draft Perda Pengelolaan Sampah dan pembangunan TPA yang sedang berjalan.

“Hari ini kita akan melihat potensi apa yang bisa dikolaborasikan dengan pihak swasta dalam pengelolaan sampah yang semakin optimal di Samosir. Jadi diharapkan ke depannya ada kerjasama yang bisa dibangun bersama teman-teman yang hadir dari Kepul dan Roda Hijau”, ungkap Novi Susanto.

Saat membuka acara, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Hotraja Sitanggang, ST, MM dalam arahannya menyampaikan bahwa budaya bersih masyarakat masih menjadi kendala. Saat ini Samosir sebagai daerah wisata dengan adanya pembangunan Waterfront City, kebersihan harus menjadi salah satu perhatian serius. “Ini sangat penting diatur dengan regulasi untuk mengatur penataan spot-spot wisata yang bebas sampah”, kata Hotraja.

Dirinya berharap, dengan adanya pertemuan ini diharapkan keterlibatan sektor swasta dapat mendukung mewujudkan Samosir yang bersih dan nyaman melalui pengelolaan sampah yang lebih baik. Agar wisatawan yang datang mendapatkan suasana nyaman dan bersih hingga benar-benar dapat menikmati dengan santai keindahan alam yang ada di Samosir.

Sebelumnya USAID ERAT melalui Fasilitator Wilayah Samosir, Adi MW. Sinaga menjelaskan FGD ini digelar untuk menggali potensi kolaborasi yang dapat dilakukan dalam mengoptimalkan pengelolaan sampah di Kabupaten Samosir, dan meningkatkan kinerja pemerintah daerah dalam tata kelola sampah sebagai Daerah Pariwisata Super Prioritas yang berkontribusi dalam peningkatan PAD.

“Untuk mendukung Kabupaten Samosir sebagai bagian DPSP Kawasan Danau Toba, tak hanya pembangunan infrastruktur dan pembenahan spot-spot wisata, tentu juga diperlukan peningkatan kualitas pelayanan terutama aspek kebersihan yang memberi rasa nyaman bagi wisatawan”, kata Adi Sinaga.

Adi berharap melalui FGD ini akan teridentifikasi potensi kolaborasi dalam mengoptimalkan pengelolaan sampah di Kabupaten Samosir melalui keterlibatan social entrepreneur sebagai bagian dari private sector atau swasta.

Dalam kesempatan tersebut juga, Denny Adrian dari Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, menyampaikan akan mendukung lahirnya startup dari Kabupaten Samosir.

Diakhir diskusi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan meminta Bappeda Litbang bersama Dinas Lingkungan Hidup dapat menindaklanjuti FGD ini untuk mulai menjajaki kemungkinan pengadaan gerai sampah di Pangururan dan Simanindo dengan mendiskusikan lebih detail dengan Kepul. Untuk Roda Hijau dapat kiranya memperluas pendampingannya dan terutama pemberdayaan bagi pelaku-pelaku desa wisata.

Bagikan Artikel :
Back To Top
Search