skip to Main Content

BUPATI SAMOSIR BUKA FESTIVAL MANGGA TOBA 2021 SEKALIGUS RESMIKAN UMKM ECO VILLAGE SILIMALOMBU

Pangururan, Kominfo Samosir – (28/5)

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom, ST didampingi beberapa Pimpinan OPD secara resmi membuka gelaran Festival Mangga Toba 2021 Menuju UMKM Samosir Tuan Rumah Industri Wisata di Desa Silimalombu, Kecamatan Onan Runggu, Samosir, Jumat (28/5).

Acara Festival Mangga Toba 2021 ini akan berlangsung mulai 28 Mei hingga 3 Juni 2021, yang juga diikuti oleh beberapa pelaku UMKM dengan menampilkan produk dan olahan yang digali dari potensi sumber daya alam Samosir.

Mengawali sambutannya Bupati Samosir merasa bangga dan berterimakasih atas terselenggaranya Festival Mangga Toba 2021, kepada seluruh peserta dan pengunjung Bupati berpesan agar tetap mematuhi protokol kesehatan agar kegiatan ini tidak menjadi kluster baru penyebaran Covid-19.

Bupati juga menjelaskan dalam rangka pemulihan ekonomi nasional, Pemkab Samosir akan terus mendorong peran UMKM agar menjadi pelaku ekonomi yang tangguh yang dapat meningkatkan peran dan kontribusi dalam perekonomian nasional. Lanjutnya, mengingat sektor pertanian usaha yang paling besar, diharapkan perlu adanya sinergitas antara pemerintah dan masyarakat agar produk pertanian tidak hanya dijual dalam bentuk mentah melainkan dapat diolah terlebih dahulu dalam bentuk setengah jadi atau produk olahan UMKM untuk menciptakan nilai tambah dan penyerapan tenaga kerja yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

“Melalui momentum yang berbahagia ini, kami mengajak pelaku UMKM yang hadir untuk menggalakkan ‘Bangga Buatan Lokal’ dan ikut serta dalam gerakan ‘Beli Kreatif Danau Toba’ sebagai wujud dari slogan kita bersama ‘UMKM NAIK KELAS’, jadilah pelaku usaha yang berkarya dengan mengedapankan kecintaan terhadap Kabupaten Samosir” tutup Bupati.

Penggagas Festival sekaligus pemilik Eco village Silimalombu Ratnauli Gultom menyampaikan gelaran festival ini dilaksanakan untuk mempromosikan wisata Samosir dengan harapan dapat meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat melalui produk-produk UMKM. Festival ini menurutnya dilatarbelakangi karena melihat potensi sumber daya alam yang ada di sekitar silimalombu khususnya mangga untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian di masyarakat.

Disebutkan, di daerah Silimalombu diperkirakan ada sekitar seribu pohon mangga, yang dapat menghasilkan 500 Kg per sekali panen. Potensi ini menjadi tantangan untuk membuat produk-produk olahan berbahan Mangga yang memiliki nilai tambah dan nilai jual. Bergerak dari sinilah Ratna Gultom bersama tim belajar dan berinovasi membuat produk berbahan mangga dari Internet dan media lainnya, untuk kemudian dipasarkan dengan nilai jual yang lebih tinggi.

“Selama festival ini berlangsung, kita akan memamerkan berbagai produk olahan dan produk UMKM lainnya. Pengunjung dapat belajar langsung disini bagaimana cara membuat berbagai produk dari mangga. Kami siap untuk melayani dan mengajari para pengunjung, karena Festival ini lebih mengutamakan pada edukasi” ujar Ratna Gultom.

Setelah acara pembukaan festival, Bupati Samosir menandatangani Prasasti UMKM Eco village Sillimalombu. Penyelenggara juga mengajak Bupati Samosir dan rombongan untuk melihat pemeran-pameran hasil UMKM yang berada di kapal (floating market).

Bagikan artikel:

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top
Search