skip to Main Content

Menteri Koordinator Bidang Maritim melakukan dialog dengan keluarga korban KM.Sinar Bangun

Luhut : Hasil Koordinasi dengan Basarnas sangat sulit untuk melakukan evakuasi Korban dan Kapal KM.Sinar Bangun ** Keluarga Korban melakukan Tabur Bunga di titik koordinat penemuan korban KM. Sinar Bangun

Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut B Panjaitan didampingi Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya Muhammad Syaugi memberikan keterangan dan melakukan dialog kepada keluarga korban tentang proses perkembangan pencarian dan penyelamatan korban kapal KM Sinar Bangun yang tenggelam (2/7). Luhut Panjaitan mengatakan bahwa dengan kondisi peralatan kita seperti ini, maka sangat sulit kita untuk mengangkat korban. Kondisi di Danau Toba dengan Laut sangat jauh berbeda, dengan kedalaman 450 meter maka akan sangat sulit dilakukan evakuasi. Tingkat tekanan air di danau lebih besar dibandingkan di air laut yang mengandung garam. Di laut dengan kadar garam yang tinggi, sangat dimungkinkan korban tenggelam mengambang ke permukaan.

Sedangkan di dasar danau yang dengan kedalaman 450 meter, suhunya sangat dingin dan mengakibatkan pembekuan tubuh. Seandainya pun korban ada yang bisa diangkat maka akan mengakibatkan perpecahan anggota tubuh karena pergantian suhu dan tekanan air ke arah permukaan danau dan ini menjadi sesuatu yang sangat sulit dilakukan.

Beliau juga memutuskan untuk menghentikan pencarian korban kapal tenggelam KM Sinar Bangun atas masukan dari seluruh tim gabungan termasuk Basarnas dan akan melaksanakan tabur bungan di perairan Danau Toba sebagai penghormatan terakhir untuk korban tenggelam. Namun salah satu keluarga korban meminta untuk dilakukan kembali pencarian korban tenggelam dan meminta acara tabur bunga ditunda.

Menko Maritim menyampaikan sangat bisa merasakan perasaan keluarga korban KM.SInar Bangun kita sudah melakukan berbagai upaya tetapi kondisi kedalaman Danau Toba menyulitkan proses evakuasi, kita akan melakukan acara tabur bunga sebagai bentuk doa lita kepada para korban, kita koordinasikan agar Kepala Basarnas tetap membuat posko di Tigaras dan melakukan pencarian korban sampai waktu yang tidak ditentukan dan meminta Kepala Basarnas Mohammad Syaugi memantau terus pencarian korban. Namun untuk keluarga yang sudah mengikhlaskan kepergian saudara-saudaranya yang tenggelam, hari ini kita lakukan tabur bunga.

Kepada anggota keluarga korban, Luhut B Panjaitan menyampaikan rasa simpati yang sedalam-dalamnya dan turut berduka cita atas meninggalnya keluarga korban dalam kapal KM Sinar Bangun. Luhut juga menegaskan bahwa Pemerintah melalui Kementerian Sosial, Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Samosir dan Simalungun akan memberikan perhatian kepada anggota keluarga korban dan menjamin pendidikan anak-anak korban bencana KM.Sinar Bangun.

Dengan menggunakan Kapal Ferry KMP Sumut I dan Sumut II, Menko Maritim Luhut Panjaitan didampingi Pangdam I Bukit Barisan, Kapolda Sumatera Utara, Bupati Se Kawasan Danau Toba, Kapolres se Kawasan Danau Toba para anggota TNI, melakukan tabur bunga mendampingi para keluarga korban pada lokasi tenggelamnya KM Sinar Bangun yang sebelumnya telah dideteksi Basarnas.

Dengan isak tangis keluarga korban mewarnai penaburan bunga untuk mengenang para korban seraya meminta kepada yang kuasa agar diberikan tempat yang terbaik disisiNya.

 

Bagikan artikel:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top
×Close search
Search