skip to Main Content

PEMKAB SAMOSIR GELAR RAPAT KOORDINASI KOMISI PENGAWAS PUPUK DAN PESTISIDA (KP3) KABUPATEN SAMOSIR

Dalam rangka pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Samosir, Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Pertanian melaksanakan pertemuan untuk membahas terkait proses penyaluran pupuk bersubsidi di Kabupaten Samosir, bertempat di Aula Kantor Bupati Samosir, Jumat (29/02). Turut hadir Bupati Samosir Drs. Rapidin Simbolon, MM, Asisten Umum dan Sumber Daya Manusia Lemen Manurung, S.Pd, Kepala Dinas Pertanian Victor Sitinjak, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Vikbon Simbolon, Kepala Dinas Kominfo Rohani Bakara, Distributor pupuk untuk wilayah Samosir. Diikuti oleh Ketua Gapoktan se-Kabupaten Samosir sebanyak 128 orang, Penyuluh Pertanian Lapangan se-Kabupaten Samosir sebanyak 48 orang dan instansi terkait lainnya.

Kepala Dinas Pertanian dalam sambutan sekaligus laporan kegiatan menyampaikan untuk menambah jumlah kuota pupuk bersubsidi di Kabupaten Samosir, Dinas Pertanian sudah berupaya melakukan berbagai hal termasuk memanfaatkan lahan-lahan yang tidak produktif menjadi produktif seperti jagung, dan membuka lahan-lahan baru di tahun 2019. Karena data jumlah lahan yang tersedia akan mempengaruhi jumlah kuota pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Samosir. Untuk tahun 2020 jatah  Pupuk Urea bersubsidi yang diberikan untuk Kabupaten Samosir berjumlah 2022 Ton, ZA sebanyak 874 Ton, SP-36 535 Ton, NPK 2120 Ton.

Masih menurut Kadis Pertanian, pemberian pupuk bersubsidi harus memenuhi 6 prinsip utama, yaitu tepat jumlah, tepat tempat, tepat jenis, tepat harga, tepat mutu dan tepat waktu. Terkait dengan pemberian pupuk bersubsidi, menurut Kadis Pertanian pupuk bersubsidi ini hanya diberikan kepada orang/keluarga yang tidak mampu. Ada batasan-batasan yang harus diikuti sesuai ketentuan, yang bisa mendapatkan pupuk bersubsidi hanya kelompok tani yang luas lahannya dibawah 2 hektar sekali pengolahan. Kadis Pertanian meyakinkan bahwa tidak ada kelangkaan pupuk di kabupaten Samosir. “Untuk tahun 2020, di Kawasan Danau Toba kita yang pertama menebus pupuk dari produsen, cara menebus pupuk yaitu berdasarkan kebutuhan kelompok tani yang sudah dilaporkan kepada Dinas Pertanian melalui RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok), inilah yang kemudian disusun oleh Dinas Pertanian untuk diserahkan kepada produsen untuk menebus pupuk dan semua kebutuhan pupuk sudah dimasukkan kedalam aplikasi Kementerian Pertanian” jelas Kadis Pertanian. Syarat mutlak untuk mendapatkan pupuk bersubsidi adalah dari Kelompok Tani yang sudah dibentuk dan memiliki legalitas. 

Distributor Pupuk Wilayah Samosir H. Sagala mengajak para petani di Samosir yang belum masuk dalam kelompok tani untuk segera masuk atau membentuk kelompok tani karena ini syarat petani untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dan menambahkan kuota pupuk di Kabupaten Samosir. Distributor siap membantu kebutuhan pupuk kelompok tani di Kabupaten Samosir jika sudah melengkapi syarat adminstrasi yang sudah ditentukan.

Bupati Samosir Rapidin Simbolon dalam stressing point penutup menjelaskan bahwa akhir-akhir ini sering ada laporan bahwa ada masalah ketersediaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Samosir, untuk itu Pemkab melalui Dinas Pertanian mengumpulkan seluruh Gapoktan se-Kabupaten Samosir dan penyuluh pertanian untuk mendiskusikan permasalahan yang terjadi dan secepatnya mencari solusi untuk masalah pupuk bersubsidi ini. Secara tegas Bupati Samosir meminta kepada pihak ketiga agar bersungguh-sungguh bekerja sesuai SOP dan fungsinya secara profesional dan bekerja dengan hati. “kalau pupuk menjadi kelangkaan nasional saya tidak masalah, tapi kalau itu adalah ulah daripada oknum yang menyebabkan kelangkaan pupuk bersubsidi di Samosir, saya akan benar-benar mengambil tindakan tegas, jangan petani ini dipermainkan” tegas Bupati Samosir. Lebih lanjut jika ada masalah pendistribusian pupuk bersubsidi dan sesuatu yang mengganggu proses pertanian agar segera membuat laporan kepada Dinas Pertanian atau bisa langsung ke nomor kontak yang diberikan Bupati pada saat pertemuan ini.

“Kita mau membangun pertanian, kita mau membangun suatu sistem pertanian yang baik. Tetapi kalau semua faktor pendukung yang berhubungan dengan itu tidak sungguh-sungguh itu semuanya tidak akan ada manfaatnya. Nanti akan dikumpulkan semua kelompok tani per wilayah untuk mendengar permasalahan yang terjadi. Karena ada jetor atau alsinta yang sudah diberikan tetapi tidak difungsikan oleh semua anggota kelompok, terkadang masih ada monopoli oleh ketua kelompok” jelas Bupati Samosir.

Lebih lanjut Bupati Samosir menegaskan tidak akan ada bisa sampai bantuan kepada perorangan, oleh karena itu ketua Gapoktan yang membawahi kelompok agar menegor ketua kelompok tani yang berbuat sesuka hatinya, atau memonopoli alat-alat sistem pertanian yang sudah diberikan Pemkab. Ada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang harus ditaati oleh semua anggota kelompok. Kalau kita tidak benar-benar mengikuti dan memonitor ini petani tidak akan sejahtera.

Bupati Samosir juga meminta kepada Kadis Pertanian untuk mengefektifkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Setidaknya harus ada rapat rutin seluruh kelompok tani yang ada di Kabupaten Samosir, supaya kita bisa mengetahui apa-apa saja keluhan dari para petani. Kepada Kadis Pertanian Bupati Samosir juga meminta apabila ditemukan ada Alsintan tidak dijalankan semestinya agar diberikan kepada kelompok tani yang lebih membutuhkan. Bupati Samosir juga meminta kepada Dinas Pertanian untuk menambah pelatihan atau penyuluhan agar dapat meningkatkan produktivitas pertanian, dan mengajak Ketua Gapoktan untuk bahu membahu bersama-sama Pemerintah Daerah meningkatkan produktivitas pertanian di Kabupaten Samosir.

Bagikan artikel:

This Post Has 0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back To Top
Search