skip to Main Content
DINAS KETAHANAN PANGAN KABUPATEN SAMOSIR LAUNCHING SISTEM MANAJEMEN ONE DAY NO RICE (SIMONICE)

DINAS KETAHANAN PANGAN KABUPATEN SAMOSIR LAUNCHING SISTEM MANAJEMEN ONE DAY NO RICE (SIMONICE)

Konsumsi beras yang sangat tinggi dan ketergantungan terhadap beras menjadi salah satu isu publik yang sedang diambil oleh pemerintah pusat maupun daerah untuk dimasukkan kedalam salah satu agenda settingnya.

Melihat fakta terkait over konsumsi beras di Indonesia, Presiden saat itu Susilo Bambang Yudhoyono mengeluarkan PerPres No.22 Tahun 2009 yang mengatur tentang Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal dan kemudian di implementasikan oleh Menteri Pertanian melalui Peraturan Mentan No.43 tahun 2009.

Untuk mendukung regulasi pemerintah pusat dan percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal, Pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Ketahanan Pangan membuat satu terobosan baru dengan meluncurkan Sistem Manajemen One Day No Rice (SIMONICE) yang langsung dibuka oleh Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga di Aula Kantor Bupati, Kamis (19/9).

Dalam laporannya, Kadis Ketahanan Pangan Amon Sormin menyampaikan bahwa one day no rice merupakan implementasi dari PerPres no 22 Tahun 2009, Surat Edaran Gubernur Sumut No.501/408/tahun 2014 serta Surat Edaran Bupati Samosir No. 1467 Tahun 2016 tentang gerakan satu hari tanpa nasi, yang dimaksudkan untuk meningkatkan penganekaragaman pangan yang beragam, bergizi, seimbang dan aman untuk dikonsumsi termasuk produk pangan yang berbasis sumber daya lokal khususnya di Kabupaten Samosir.

“Sumber daya lokal yang tumbuh disekitar Kabupaten Samosir sangat banyak, namun dalam hal pengolahan untuk jadi makanan pengganti beras masih minim. Dengan keberhasilan launching ini nantinya akan tumbuh inovasi inovasi baru yang berbentuk home industry yang kelak menambah pendapatan petani sebagai wujud visi dan misi Kabupaten Samosir dalam dukungan kepariwisataaan” tutup Amon.

Pada Kesempatan yang sama Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga sangat mengapresiasi kegiatan ini yang merupakan inovasi dan perlu ditindaklanjuti oleh SKPD dan jajarannya pada hari yang ditetapkan bersama dan akhirnya diikuti oleh masyarakat Samosir secara umum. “Kita perlu menyampaikan one day no rice ini kepada masyarakat dan berharap terjadi pola makan dengan kadar karbohidrat yang rendah guna menghindari penyakit gula secara dini” ungkapnya.

Acara launching ini disertai pembacaan dan penandatanganan komitmen bersama Sistem Manajemen One Day NO Rice (SIMONICE) di lingkungan SKPD se-Kabupaten Samosir, dan diakhiri dengan makan bersama yang menunya berasal dari umbi-umbian, kentang, jagung dan sayuran yang keseluruhan diolah langsung oleh pegawai Dinas Ketahanan Pangan.

Bagikan artikel:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × 5 =

Back To Top
×Close search
Search