skip to Main Content

Peringatan Hari Menanam Pohon tingkat Kabupaten Samosir

Dinas Kehutanan Kabupaten Samosir menyelenggarakan penanaman pohon di areal Balai Benih Ikan (BBI), Kecamatan Harian 4/12. Penanaman pohon tersebut untuk mendukung program nasional penanaman pohon setiap tahunnya yang disebut dengan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional.Turut Hadir Plt. Sekdakab. Samosir Tombor Simbolon, Pabung 0210 TU, Wakapolres Samosir, pimpinan SKPD se-Kabupaten Samosir, Camat se-Kabupaten Samosir, tokoh masyarakat dan masyarakat Kecamatan Harian.

Peringatan Hari menanam pohon tingkat Kabupaten Samosir ditandai dengan pemberian bibit pohon kepada 9 camat se- Kabupaten Samosir, tokoh masyarakat Kecamatan Harian dan perwakilan sekolah dari siswa SMK Harian. Selanjutnya penanaman simbolis dilakukan Plt. Sekda, Pabung, Wakapolres, Ketua DPRD Samosir Rismawati Simarmata dan diiuti oleh masing-masing Kepala SKPD. Thema penanaman pohon tahun ini yaitu, ayo Kerja, tanam pohon untuk hidup yang lebih baik.

Kadis Kehutanan Kabupaten Samosir Ir. Yunus C. Hutauruk mengatakan kegiatan menaman ini terselenggara atas kerjasama masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten Samosir. Yunus berharap masyarakat agar memberdayakan hutan untuk hidup yang lebih baik. Jenis pohon yang ditanam diantaranya, pohon ketapang sebanyak 300 batang, Mahoni 600 batang, ingul 150 batang dan sengon 100 batang. Khusus di areal BBI, akan ditanam pohon jenis ketapang karena menurut Kadis Kehutanan, pohon ketapang ini dapat dijadikan sebagai pakan ikan shingga sekaligus mendukung Balai Benih Ikan di Kecamatan Harian.

Plt. Sekdakab Samosir dalam kesempatan tersebut membacakan Pidato Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Indonesia memiliki hutan terluas ketiga di dunia dengan luas mencapai 120,78 juta Ha. Hutan Indonesia dibagi berdasarkan fungsi, yaitu Hutan Konservasi seluas 21,90 juta Ha, Hutan Produksi seluas 69,24 juta Ha, dan Hutan Lindung seluas 29,64 juta Ha. Dalam rangka memperbaiki tata kelola hutan, luasan hutan tersebut dibagi ke dalam organisasi pengelola hutan di tingkat tapak yang disebut sebagai KPH sebanyak 600 unit KPH.

Capaian Kinerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sampai dengan tahun 2014 mencakup peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup menjadi 63,42%, penetapan kawasan hutan sebesar 58,8%, penurunan laju deforestasi menjadi 0,61 juta ha/tahun, penurunan rerata jumlah hotspot (titik kebakaran) menjadi 22.500 titik, penurunan lahan kritis dari 24,3 juta ha, peningkatan produksi kayu dari hutan alam sebesar 5 juta m3, hutan tanaman sebesar 26,67 juta m3, dan hutan rakyat sebesar 3,93 juta m3. Peningkatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) terutama rotan sebesar 269.870 ton, peningkatan ekspor kayu sebesar US$ 6 milyar, dan PNBP sebesar Rp. 3,3 trilyun.

Ke depan arah kebijakan pembangunan bidang lingkungan hidup dan kehutanan difokuskan kepada penanganan isu-isu nasional, di antaranya ketahanan pangan yang akan dicapai melalui HKm, HD, dan HTR seluas 12,7 juta ha, ketahanan energi dicapai melalui mini/mikro hidro sebanyak minimal 50 unit dan peningkatan pemanfaatan sampah dan limbah B3 untuk energi listrik, peningkatan penanganan perubahan iklim, ketahanan air yang dicapai melalui peningkatan perlindungan mata air dengan konservasi tanah secara vegetatif maupun sipil teknis dengan kegiatan pembangunan embung air, Dam pengendali, Dam penahan, dan gullyplug, penurunan luas lahan kritis 5,5 juta Ha di KPH dan DAS, pelestarian Sumber Daya Alam melalui peningkatan persentase populasi 25 spesies satwa terancam punah sebesar 10%, serta peningkatan produktivitas yang berdaya saing.

Pada akhirnya Sambutanya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan ucapan terima kasih kepada para gubernur, bupati/walikota, pimpinan DPRD, pelaku usaha, lembaga swadaya masyarakat dan seluruh lapisan masyarakat atas kerjasamanya dalam menyukseskan program-program Pemerintah untuk lingkungan dan kehutanan.

Ketua DPRD Kabupaten Samosir Rismawati Simarmata mengatakan agar bencana kebakaran hutan, bencana ikan mati di Danau Toba tida terulang kembali. Untuk diperlukan kerjasama antara Pemerintah dan masyarakat untuk mengantisipasi hal tersebut. Pihaknya juga mendukung penanam pohon di Kabupaten Samosir dan berharap agar Pemerintah terutama masyarakat ikut serta menjaga pohon yang ditanam agar dapat tumbuh menjadi pohon yang besar. Sementara itu anggota DPRD Samosir dari Partai Demokrat, Bolusson Pasaribu menegaskan agar pohon yang ditanam agar dirawat dengan baik, bila penting Dinas Kehutanan membuat anggaran untuk pemeliharaan pohon sehingga apa yang ditanam hari ini dapat tumbuh dengan baik dan tidak sia-sia, tegas Bolusson. (Humas/ Nrow)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top