skip to Main Content

Peringatan Sumpah Pemuda Ke-87 Tingkat Kabupaten Samosir

Pemerintah Kabupaten Samosir bersama pimpinan SKPD, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Ormas, OKP, LSM, Polri/TNI, pelajar SD, SMP, SMA/SMK melaksanakan upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda Ke – 87 di Tanah lapang Pangururan, Rabu,(28/10). Penjabat Bupati Samosir Anthony Siahaan, SE, ATD, MT bertindak sebagai inspektur upacara.

Menteri Pemuda Dan Olahraga RI Imam Nahrawi dalam sambutan tertulis yang dibacakan Pj. Bupati Samosir mengatakan Peringatan Sumpah Pemuda  ke-87 mengambil Tema “ Revolusi Mental Untuk Kebangkitan Pemuda Menuju Aksi “ Satu Untuk Bumi” . Gerakan revolusi mental yang digagas Presiden RI menemukan relevansinya, hanya dengan pembangunan karakter kita bisa kuat, tangguh dan kokoh menghadapi dampak negatif dari moderanisasi dan globalisasi. Melalui gerakan revolusi mental diharapkan para pemuda Indonesia memilki kemandirian untuk mengambil keputusan-keputusan terbaik secara jernih sesuai dengan akal sehat mereka tanpa harus tergantung dari kehadiriaran orang tua maupun Negara disampingnya, bukan eranya lagi pemuda diawasi, dikekang apalagi diintimidasi, sudah saatnya memberikan pendampingan, fasilitas dan motivasi kepada pemuda untuk berkembang dan maju sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

Salah satu ikrar penting dalam Sumpah Pemuda 1928 adalah “ Satu Tanah Air” Tanah Air Indonesia”  poin ini memberikan tekanan yang sangat kuat kepada para pemuda akan pentingnya  menjaga tanah dan air sebagai bagian penting dari komponen bumi demi keberlangsungan masa depan generasi penerus Bangsa.

Diakhir sambutannya Menteri mengajak seluruh pemuda Indonesia menjadi pemimpin bumi yang baik, adil dan bertanggung jawab, hanya dengan menjaga dan merawatnya kita bisa menjaga keberlangsungan bumi hingga masa yang akan datang seiring dengan pembangunan peradaban kita. Dan melalui revolusi mental pemuda Indoneisa diharapkan lahir generasi muda Indonesia yang tangguh, berkarakter, mandiri dan rela berjuang untuk kepentingan Bangsa dan Negara, rela berkorban meninggalkan ego sukunya, ego agamanya, ego kedaerahananya, ego kelompoknya dan ego pribadinya demi kepentingan yang lebih besar yaitu Indonesia.

Menteri mengambil kutipan Ir. Soekarno “ Berikan Aku 1000 Orang Tua, Niscaya Akan Kucabut Semeru Dari Akarnya, Berikan Aku 10 Pemuda Maka Akan Ku Guncang Dunia.”
Kutipan KH. Wahid Hasyim-Pahlawan Nasional “ Takkala Waktuku Habis Tanpa Karya Dan Pengetahuan, Lantas Apa Makna Umurku Ini ?

(Humas/Baho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back To Top