skip to Main Content
  1. PDRB SamosirProduk Domestik Regional Bruto (PDRB) merupakan ukuran kinerja makro kegiatan ekonomi di suatu wilayah. PDRB suatu wilayah menggambarkan struktur ekonomi daerah, peranan sektor-sektor ekonomi dan pergeserannya yang didasarkan pada PDRB atas dasar harga berlaku. Disamping itu PDRB menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi baik secara total maupun per sektor dengan membandingkan PDRB tahun berjalan terhadap tahun sebelumnya menggunakan atas dasar harga tetap tahun 200. PDRB Kabupaten Samosir atas dasar harga belaku tahun 2005 sebesar 1.111.709,12 juta rupiah. Berdasarkan atas dasar harga konstan 2000 PDRB Kabupaten Samosir tahun 2005 sebesar 843.595,65 juta rupiah atau mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 4,09 persen dibanding tahun sebelumnya. Sektor pertanian merupakan sektor yang memberi peranan atau kontribusi yang terbesar terhadap PDRB tahun 2005. Tahun 2005 sektor ini memberi andil terhadap PDRB sebesar 4.,71 persen. Sektor industri mengalami kenaikan dalam pembentukan PDRB tahun 2005, hal ini dapat dilihat dari peranannya tahun 2005 sebesar 14,32 persen atau naik sebesar 1,45 persen dari tahun 2004. Sektor kedua yang memberi kontribusi yang terbesar adalah sektor jasa-jasa sebesar 24,59 persen.
  2. PDRB Perkapita PDRB dikaitkan dengan jumlah penduduk menggambarkan tingkat pendapatan per kapita suatu wilayah. PDRB per kapita Kabupaten Samosir atas dasar harga berlaku tahun 2005 sebesar Rp.8.481.600 rupiah lebih tinggi bila dibanding tahun 2004 sebesar 7.798.830 rupiah. Berdasarkan atas dasar harga konstan, PDRB perkapita tahun 2005 sebesar 6.436.070 rupiah lebih besar dibanding tahun 2004 sebesar 6.232.270 rupiah.
  3. Keuangan Pemerintah Daerah PRealisasi penerimaan daerah pada tahun 2005 tercatatat sebesar 115,24 milyar rupiah yang terdiri dari Dana Alokai Umum 62,08 milyar rupiah. Dana Alokasi Khusus Pajak/Bukan Pajak 9,35 milyar rupiah san sisanya terbagi dalam 6 pos lainnya yang dirinci dalam tabel 9.1.1. Sementara Realisasi pengeluaran pemerintah daerah Kabupaten Toba Samosir dalam tahun 2005 tercatat sebesar 81,18 milyar rupiah yang terdiri dari pos Belanja Administrasi Umum 52,37 milyar rupiah, pos 8,64 milyar rupiah pos Belanja Modal Operasi dan pemeliharaan 8,64 milyar rupiah, pos Belanja Modal 14,39 milyar rupiah, Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan 5,69 milyar rupiah dan sisanya untuk masuk dalam pos Belanja Tidak Tersangka.
    3.1 Koperasi Pada tahun 2005 jumlah koperasi di Kabupaten Samosir sebanyak 92 koperasi, terdiri dari koperasi unit desa (KUD) sebanyak 4 koperasi dan non KUD 88 koperasi. Jumlah anggota koperasi yang tercatat tahun 2005 sebanyak 6.302 anggota. Dana yang dapat dihimpun dari anggota koperasi sebagai modal milik sendiri sebesar 5.24.185.000 rupiah. Sedangkan aset yang dimiliki oleh pihak koperasi sebesar 4.593.577.000 rupiah.
    3.2. Pajak Bumi dan Bangunan Realisasi penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Kabupaten Samosir tahun 2005 sebesar Rp.126.872.933,- Berdasarkan kecamatan, dari 9 kecamatan ada 3 kecamatan yang penerimaan PBB-nya dibawah 100 persen, yaitu : Harian 62,00 persen, Pangururan 75,97 persen, dan Simanindo 20,31 persen.
    3.3. Perbankan Jumlah Bank bersadarkan kepemilikan yang ada di Kabupaten Samosir ada 7 bank dengan rincian sebagai berikut : 4 bank milik pemerintah; 1 bank daerah, dan 1 Bank Perkreditan Rakyat.
  4. Pertanian Sebagian besar penduduk Kabupaten Samosir menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Hal ini dapat dilihat hamparan daerah pertanian, khususnya persawahan yang terhampar luas. Pertanian menjadi sektor andalan bagi Kabupaten Samosir dalam menggerakkan perekonomian daerah. Tahun 2005 sektor ini memberi kontribusi yang sangat besar dalam pembentukan PDRB Kabupaten Samosir, yaitu sekitar 43,71 persen terhadap total PDRB.
    4.1. Tanaman Bahan Makanan Perkembangan luas panen dan produksi padi dari tahun ke tahun mengalami fluktuasi. Tahun 2005 luas panen padi seluas 8.511 Ha dengan jumlah produksi sebesar 45.098 ton. Luas panen dan produksi tanaman jagung tahun 2005 seluas 760,5 Ha dengan produksi yang dihasilkan sebesar 3.054,0 ton, dengan tingkat produktifitas sebesar 40 Kw/Ha. Sementara luas panen kacang tanah tahun 2005 seluas 466,3 Ha dengan produksi yang dihasilkan 482,7 ton. Untuk tanaman sayur-sayuran, seperti cabe, bawang merah, bawang putih, bawang daun, buncis, kentang dan sebagainya baik luas panen dan produksinya dapat dilihat pada tabel 5.1.12 secara lengkap.
    4.2. Perkebunan Tanaman Perkebunan umumnya merupakan usaha yang dikelola secara swadaya oleh rakyat. Masih relatif kecil tanaman perkebunan yang dikelola oleh perusahaan perkebunan. Kopi merupakan komoditi andalan tanaman perkebunan yang mempunyai prospek yang baik. Dilihat dari luas tanaman, tanaman kopi merupakan tanaman terluas dibanding dengan tanaman lainnya. Luas tanaman kopi tahun 2005 sebesar 2.515,5 Ha. Tidak seperti tanaman perkebunan lainnya, tanaman kopi terbesar di seluruh kecamatan. Kecamatan Ronggur Nihuta merupakan daerah yang luas areal terluas, yakni 658 Ha dengan produksi 592,2 ton tahn 2005.
    4.3. Peternakan Usaha peternakan umumnya juga dikelola dan diusahakan oleh masyarakat sebagai usaha rumah tangga. Ternak dapat dikelompokkan menjadi ternak besar dan ternak kecil dan unggas. Ternak besar terdiri dari sapi, kerbau dan kuda. Ternak kecil meliputi kambing,domba dan babi, sedangkan ternak unggas meliputi ayam dan itik. Pada tahun 2005 jumlah populasi ternak besar seperti sapi berjumlah 2.616 ekor, kerbau 35.389 ekor dan kuda 1.175 ekor.
    4.4. Perikanan Usaha perikanan pada umumnya juga dikelola sebagai usaha rumah tangga, baik sebagai kegiatan budidaya maupun kegiatan penangkapan ikan. Budidaya perikanan dilakukan di kolam, sawah, jaring apung, kolam derasdan pembenihan sedangkan usaha penangkapan dilakukan di danau, sungai dan rawa. Jumlah rumah tangga yang melakukan budidaya perikanan sebanyak 309 rumah tangga, sedangkan yang melakukan kegiatan penangkapan sebanyak 1.257 rumah tangga. Produksi ikan Kabupaten Samosir pada tahun 2005 sebesar 488 ton terdiri dari 253 ton hasil penangkapan dan 255 ton hasil budidaya.
  5. Perindustrian
    5.1. Industri Kecil Jumlah usaha industri kecil di Kabupaten Samosir tahun 2005 sebanyak 475 usaha dengan jumlah tenaga kerja yang diserap sebanyak 1.023 orang. Dari jumlah usaha tersebut, industri sandang dan kulit merupakan industri kecil dengan usaha (16,03 persen) dengan tenaga kerja sebanyak 164 orang. Berdasarkan kecamatan, industri sandang dan kulit terbanyak di Kecamatan Palipi dengan 82 usaha dengan 82 tenaga kerja dan Ronggur Nihuta dengan 28 usaha dengan tenaga kerja 28 tenaga kerja. Industri kimia bahan bangunan menempati urutan kedua dengan 124 usaha dan 452 tenaga kerja. Industri ini paling banyak terdapat di Kecamatan Nainggolan dengan 90 usaha yang menyerap 360 orang tenaga kerja serta Palipi dengan 21 usaha dan 44 orang tenaga kerja.
    5.2. Air Minum JAir yang bersih merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi kebutuhan manusia. Kebutuhan akan air bersih terutama untuk keperluan air minum. Sampai tahun 2005 baru satu kecamatan di Kabupaten Samosir yang menikmati air bersih yang dikelola oleh PDAM Tirtanadi Cabang Samosir yang terbesar 9 desa/kelurahan dengan jumlah pelanggan sebanyak 1.321 kecamatan tersebut adalah Kecamatan Pangururan. Pada tahun 2005 produksi air bersih yang disalurkan sebanyak 329.680 m3 dengan nilai air bersih yang dihasilkan sebesar 445,01 juta rupiah.
  6. Perdagangan Perdagangan adalah kegiatan yang melakukan penjualan kembali (tanpa perubahan teknis) barang-barang baru maupun bekas meliputi perdagangan besar dan eceran. Tahun 2005 jumlah perusahaan/usaha berbadan hukum yang melakukan “Tanda Daftar Perusahaan” (TDP) berjumlah 101 perusahaan/usaha yang melakukan TDP, 3 diantaranya berbadan hukum PT., 82 CV., Koperasi dan 14 usaha lainnya. Berdasarkan kecamatan, industri sandang dan kulit terbanyak di Kecamatan Palipi dengan 82 usaha dengan 82 tenaga kerja dan Ronggur Nihuta dengan 28 usaha dengan tenaga kerja 28 tenaga kerja. Industri kimia bahan bangunan menempati urutan kedua dengan 124 usaha dan 452 tenaga kerja. Industri ini paling banyak terdapat di Kecamatan Nainggolan dengan 90 usaha yang menyerap 360 orang tenaga kerja serta Palipi dengan 21 usaha dan 44 orang tenaga kerja.
  7. Pasar Pasar merupakan tempat pertemuan anatara pernjual dan pembeli dalam melakukan transaksi jual beli barang maupun jasa. Pasar berfungsi sebagai tempat bagi masyarakat dalam memasarkan hasil-hasil pertanian, perkebunan dan lain-lain. Jumlah Wajib Retribusi (WR) pekan/pasar di Kabupaten Samosir tahun 2005 berjumlah 2.442 WR. yang tersebar pada 9 pekan/ pasar/ kecamatan. Dari 2.442 WR, 16 di antaranya merupakan WR yang menempati kios dan tersebar di 1 pekan/kecamatan yaitu : Simanindo. Ada 247 wajib retribusi yang menempati balairung : 257 wajib retribusi yang menyewa tanah dalam pekan : 483 wajib retribusi yang menyewa tanah diluar pekan dan 2.442 wajib retribusi.
Back To Top