Jumat 01 Agustus 2014
skpd

AKSES MASUK SAMOSIR TERBUKA LUAS


*Kmp Sumut II Route Nainggolan-Muara Diluncurkan
Samosir, Humas

Untuk meningkatkan akses masuk dan keluar Samosir  Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Sumut II dengan route Nainggolan-Muara diluncurkan Bupati Samosir, Rabu 16 Pebruari 2011 di Dermaga Sipinggan Kec. Nainggolan. Turut hadir Wakil Bupati Samosir Ir. Mangadap Sinaga, Anggota DPRD Samosir Marius Lumban Raja, Sarochel Tamba, Ketua PKK Samosir Ny. Artha Sitinjak, Wakil Ketua PKK Ny. Mega Simbolon dan Ketua Dharma Wanita Persatuan, Perantau asal Desa Sipinggan Timur Pane Siringo-ringo, masyarakat dan tokoh masyarakat Desa Sipinggan.

Peluncuran perdana Kapal Fery penyeberangan KMP Sumut II ditandai dengan acara ritual seperti halnya yang biasa dilakukan masyarakat Samosir. Acara Ritual dibawakan Ama Juarar Parhusip dengan memanjatkan permintaan agar aktivitas KMP Sumut II direstui dan dijauhkan dari bahaya.

Selama dua minggu KMP Sumut II akan melakukan uji coba dua kali seminggu pada hari Rabu dan Sabtu dengan route Nainggolan-Muara pukul 08.30 dan 14.30 dan Route Muara-Nainggolan pukul 11.00 dan 16.00 Wib. Selama tahap uji coba tidak dipungut biaya selain premi asuransi PT.Jasa Raharja. Setelah tahap uji coba Dinas Perhubungan Sumut akan mengadakan kerjasama dengan pihak PT. Pembangunan Prasarana dalam hal pengelolaan Kapal Feri Sumut II seperti halnya KMP Sumut I route Tigaras-Simanindo. KMP Sumut II dapat menampung kendaraan campuran 8 (delapan) unit dengan kapasitas penumpang sebanyak 40 orang.

Masyarakat Kecamatan Nainggolan diwakili Perantau asal Nainggolan Timur Pane Siringo ringo mengatakan sangat bersyukur dengan adanya kapal feri penyeberangan  Nainggolan-Muara. Beliau berharap dengan keberadaan Kapal Motor Penyeberangan Sumut II ini bukan hanya sebagai alat penyeberangan akan tetapi dapat meningkatkan roda perekonomian dan mengacu pada kesejahteraan masyarakat terutama diharapkan dapat membuka lapangan kerja.

Beliau mengakui bahwa dalam pembangunan Dermaga Feri banyak kendala terutama dalam hal pelepasan lahan masyarakat. Untuk itu beliau menghimbau agar masyarakat lebih terbuka dan transparan kepada pemerintah sehingga masalah dapat terpecahkan. Dengan demikian peningkatan pembangunan khususnya di Kecamatan Nainggolan akan semakin cepat, tambahnya.

Anggota DPRD Samosir Marsius Lumban Raja menekankan agar pengelolaan  Kapal Motor Penyeberangan dilaksanakan dengan profesional dan transparansi, beliau mengatakan agar segera mungkin dibuat Perda tentang pengelolaan KMP Sumut II sehingga mempunyai payung hukum yang jelas. Dengan terbukannya akses Nainggolan-Muara beliau mengharapkan akses menuju Samosir lebih lancar terutama pada hari-hari besar.

Akses menuju Samosir semakin terbuka, sedikitnya ada empat jalur masuk ke Samosir yaitu, Tomok-Ajibata, Simanindo-Tigaras, Tele-Pangururan dan Nainggolan-Muara, dengan terbukannya prasarana tersebut dapat meningkatkan aktivitas masyarakat dan kunjungan wisatawan ke Samosir demikian dikatakan Bupati Samosir Ir. Mangindar Simbolon pada peluncuran KMP Sumut II.

 Keberadaan kapal motor penyeberangan tak lepas dari peranan seluruh masyarakat nainggolan terutama  penduduk Desa Sipinggan dalam hal pembebasan lahan. Pemerintah selalu memikirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, namun masyarakat juga harus memikirkan kebutuhan pemerintah yaitu menyediakan lahan. Kedepan Bupati Samosir Mangindar Simbolon berharap agar masyarakat berterus terang kepada pemerintah, sehingga pemerintah dapat mencari solusi. Masalah pembebasan lahan tak lepas dari peranan perantau karena pemerintah hanya dapat memberikan pago-pago. Jadi antara pemerintah dan masyarakat harus saling mendukung dalam hal pembangunan  mewujudkan visi Samosir menjadi Kabupaten Pariwisata. Dengan terbukannya akses masuk Samosir, Mangindar Simbolon mengatakan pada tahun 2012-2015 akan menerapkan “Samosir Visit Years”.(humas)

SAMOSIR DALAM ANGKA

Aspiring Geopark

HITS

Website counter